Header Ads

ARS

Sineas Berlari, Industri Tertatih

 

 


Kehadiran Wregas Bhanuteja dan Arjuna Asa dalam diskusi pasca pemutaran menjadi bukti bahwa talenta Indonesia tidak pernah menjadi masalah.

Masalahnya ada di belakang layar: distribusi yang lemah, minimnya ruang eksibisi, dan absennya keberpihakan kebijakan terhadap film non-komersial.

Sineas Indonesia hari ini seperti berlari sendirian—menembus festival internasional dengan sumber daya terbatas—sementara industrinya sendiri berjalan terseok.

 


 

 

 Diplomasi Budaya: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

IFI melalui program La Fête du court-métrage patut diapresiasi. Mereka konsisten membuka ruang bagi film pendek, bahkan di Indonesia.

Namun di titik ini, muncul pertanyaan yang lebih tidak nyaman:
mengapa justru institusi asing yang lebih aktif membangun ekosistem apresiasi film pendek di Indonesia?

Apakah negara dan industri kita benar-benar absen, atau sekadar tidak menganggap film pendek sebagai prioritas?

Jika jawabannya yang kedua, maka jangan heran jika sineas Indonesia lebih dulu dikenal di luar sebelum diakui di dalam negeri.

(AN)

 

No comments